Rabu, 20 November 2013

Cerpen: Ketika Cinta Seperti Kentut



Di kisahkan seorang gadis yang bersekolah di salah satu universitas di Yogyakarta. Dia bernama Raisa, umur 19 tahun dan anehnya dia memiliki hobby menghayal.  Raisa ini juga memiliki kaka di uiversitas yang sama bernama Niko.
Pada suatu ketika Niko datang ke kosnya Raisa untuk membantu membereskan kamarnya karena raisa baru menempati kos barunya. Tetapi Niko tidak datang sendiri , dia membawa salah satu temannya.
Ketika Raisa melihat teman kakanya segala pikiran tertuju pada sosok wajah rupawan di depannya, jantung berdetak lebih cepat dari pada biasanya, rasa malu dan grogi menghampirinya, mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama.
‘’Temen sekampusnya kaka ku ya?’’ Tanya Raisa sambil tersipu malu.
‘’Ia. Ade namanya siapa?. Kenalin aku Danu.’’ Jawab Danu.
‘’Oh...aku Raisa ka”. Jawab Raisa dengan senang.
Keesokan harinya Raisa bersiap-siap untuk pergi ke kampus dengan harapan bisa betemu lagi dengan Danu. Tetapi harapan itu tidak terkabulkan, karena pada hari itu jadwal kuliah Danu libur. Raisa pun pulang ke kos dengan rasa kecewa karena tidak bisa bertemu atau pun melihat wajahnya yang rupawan itu. Ketika sampai di kos Raisa menelpon kakaknya.
‘’Halo, kak Niko lagi ngapain’’. Tanya Raisa sambil basa basi.
‘’ Lagi tiduran. Kamu kalau butuh sesuatu bilang ya!’’
‘’siap kak. Kak Niko kalau kuliah hari apa aja?
‘’Selasa sampai  jumat. Kenapa?’’ tanya Niko
‘’Oh, gak papa Cuma tanya’’. Tanya Raisa dengan tujuan mencari informasi agar di kampus bisa bertemu dengan Danu. Setelah lama kelamaan jaringan telepon pun ter putus ‘’ttuuttt’’.Dalam pikiran Raisa berharap hari selasa bisa ketemu dengan Danu.
 Hari berikutnya Raisa bersiap-siap berangkat ke kampus. Dengan rasa semangat dia pun bergegas ke kampus dengan harapan seperti biasa yaitu bisa bertemu Danu. Setelah jam kuliahnya habis Raisa pun bergegas keluar ruangan. Raisa memandangi sekitar kampus ternyata Danu tidak kelihatan, Raisa pun merasa kecewa lagi. Lalu dia memutuskan untuk pulang ke kos. Ketika Raisa ke tempat parkiran untuk mengambil montornya ternyata terlihat sosok wajah rupawan yang di dambakan Raisa yaitu Danu.
‘’Akhirnya nongol juga pangeran rupawan ku’’. Kata Raisa dalam hati dengan rasa bahagia.
Raisa berharap Danu melihatnya. Akhirnya Danu pun melihat Raisa dan mereka pun saling pandang memandang selama kurang dari 15 menit.Raisa tersipu malu karena terus-terusan di pandangi oleh Danu. Karena malu Raisa bergegas pulang ke kos. Sesampainya di kos dia merasa senang  karena di lihatin oleh Danu. Seperti biasa, hobynya Raisa yaitu menghayal dia pun menghayal berharap Raisa bisa menjadi pendamping hidupnya.
Hari-berhari pun berlalu Raisa semakin suka dengan Danu tetapi Raisa tidak berani mengungkapkannya ke Danu ataupun bercerita pada Niko kakanya, karena menurut Raisa ungkapan cinta itu pantang di ucapkan wanita, cowo dulu lah yang harus mengungkapkannya.Ketika Raisa mencari-cari informasi tentang Danu hal yang paling dia senangi yaitu bahwa Danu masih jomblo. Dengan rasa senang Raisa berharap bahwa suatu saat Danu bisa menjadi kekasihnya.
Pada suatu saat Raisa pergi ke supermarket, dia bertemu dengan Danu.
‘’eh ade Raisa. Mau beli apa? Sapa Danu.
‘’mau beli makanan kak. Kak Danu mau beli apa?’’ Jawab Raisa penuh rasa bahagia sekalipun malu.
‘’aku mau beli sabun.’’ Jawab Danu sambil tersenyum lebar pada Raisa.
Setelah pulang dari supermarket dia merasa sangat senang dengan kejadian hari itu. Dia berharap bisa ngobrol lebih lama dengan Danu. Suatu saat Niko bermain ke kosnya Raisa dan dia bercerita bahwa Danu selalu menanyakan tentang Raisa. Mendengar hal ini Raisa pun merasa senang, dia merasa Danu juga menyukainya. Ketika malam hari terdengar suara hp berbunyi, tanda bahwa ada sms  masuk.
‘’assalamualaikum Raisa, lagi ngapain nih.Danu.’’
Raisa pun terkejut dan merasa senang dengan sms yang masuk pada malam hari itu. Ternyata yang sms adalah Danu.  Raisa pun menjawab
‘’waalaikumsalam, lagi belajar kak’’.
‘’wah rajin ya Raisa. Ya udah di terusin aja belajarnya.’’
‘’wah salah ngomong, seharusnya aku jawabnya  lagi santai, jadi Danu kan lama smsin aku’’. Batin Raisa dalam hati.
Hari berhari Danu pun selalu smsin Raisa, tetapi karena Raisa orangnya cuek dia pun menjawab smsnya Danu dengan pura-pura seperti tidak menyukai Danu. Padahal Raisa merasa senang di smsin oleh Danu. Lama kelamaan Danu pun merasa cinta pada Raisa tapi tidak berani mengungkapkannya karena merasa takun kalau cintanya di tolak, sebab selama ini Danu merasa Raisa tidak menyukainya. Akhirnya Danu pun memutuskan untuk tidak menyatakan perasaannya kepada Raisa, dia menganggap Raisa sebagai adek nya saja tidak lebih.
Raisa merasa sedih karena Danu tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Raisa, malah Danu menggapggap Raisa sebagai adeknya saja. Raisa menganggap bahwa cinta itu sakit bila di tahan, tapi lega bila di keluarkan atau di ungkapkan seperti halnya kentut yang di dikeluarkan bisa bau tapi menjadi lega dan di tahan terus akan menjadi sakit.



karya: Raudlatulhikmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar