Di kisahkan
seorang gadis yang bersekolah di salah satu universitas di Yogyakarta. Dia
bernama Raisa, umur 19 tahun dan anehnya dia memiliki hobby menghayal. Raisa ini juga memiliki kaka di uiversitas
yang sama bernama Niko.
Pada suatu ketika Niko datang ke
kosnya Raisa untuk membantu membereskan kamarnya karena raisa baru menempati
kos barunya. Tetapi Niko tidak datang sendiri , dia membawa salah satu
temannya.
Ketika Raisa melihat teman
kakanya segala pikiran tertuju pada sosok wajah rupawan di depannya, jantung
berdetak lebih cepat dari pada biasanya, rasa malu dan grogi menghampirinya,
mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama.
‘’Temen sekampusnya kaka ku ya?’’
Tanya Raisa sambil tersipu malu.
‘’Ia. Ade namanya siapa?. Kenalin
aku Danu.’’ Jawab Danu.
‘’Oh...aku Raisa ka”. Jawab Raisa
dengan senang.
Keesokan
harinya Raisa bersiap-siap untuk pergi ke kampus dengan harapan bisa betemu
lagi dengan Danu. Tetapi harapan itu tidak terkabulkan, karena pada hari itu
jadwal kuliah Danu libur. Raisa pun pulang ke kos dengan rasa kecewa karena
tidak bisa bertemu atau pun melihat wajahnya yang rupawan itu. Ketika sampai di
kos Raisa menelpon kakaknya.
‘’Halo, kak Niko lagi ngapain’’.
Tanya Raisa sambil basa basi.
‘’ Lagi tiduran. Kamu kalau butuh
sesuatu bilang ya!’’
‘’siap kak. Kak Niko kalau kuliah
hari apa aja?
‘’Selasa sampai jumat. Kenapa?’’ tanya Niko
‘’Oh, gak papa Cuma tanya’’.
Tanya Raisa dengan tujuan mencari informasi agar di kampus bisa bertemu dengan
Danu. Setelah lama kelamaan jaringan telepon pun ter putus ‘’ttuuttt’’.Dalam
pikiran Raisa berharap hari selasa bisa ketemu dengan Danu.
Hari berikutnya Raisa bersiap-siap berangkat
ke kampus. Dengan rasa semangat dia pun bergegas ke kampus dengan harapan
seperti biasa yaitu bisa bertemu Danu. Setelah jam kuliahnya habis Raisa pun
bergegas keluar ruangan. Raisa memandangi sekitar kampus ternyata Danu tidak
kelihatan, Raisa pun merasa kecewa lagi. Lalu dia memutuskan untuk pulang ke
kos. Ketika Raisa ke tempat parkiran untuk mengambil montornya ternyata terlihat sosok
wajah rupawan yang di dambakan Raisa yaitu Danu.
‘’Akhirnya nongol juga pangeran
rupawan ku’’. Kata Raisa dalam hati dengan rasa bahagia.
Raisa berharap Danu melihatnya.
Akhirnya Danu pun melihat Raisa dan mereka pun saling pandang memandang selama
kurang dari 15 menit.Raisa tersipu malu karena terus-terusan di pandangi
oleh Danu. Karena malu Raisa bergegas pulang ke kos. Sesampainya di kos dia
merasa senang karena di lihatin oleh
Danu. Seperti biasa, hobynya Raisa yaitu menghayal dia pun menghayal berharap
Raisa bisa menjadi pendamping hidupnya.
Hari-berhari
pun berlalu Raisa semakin suka dengan Danu tetapi Raisa tidak berani
mengungkapkannya ke Danu ataupun bercerita pada Niko kakanya, karena menurut
Raisa ungkapan cinta itu pantang di ucapkan wanita, cowo dulu lah yang harus
mengungkapkannya.Ketika Raisa mencari-cari informasi tentang Danu hal yang
paling dia senangi yaitu bahwa Danu masih jomblo. Dengan rasa senang Raisa
berharap bahwa suatu saat Danu bisa menjadi kekasihnya.
Pada suatu saat Raisa pergi ke
supermarket, dia bertemu dengan Danu.
‘’eh ade Raisa. Mau beli apa?
Sapa Danu.
‘’mau beli makanan kak. Kak Danu
mau beli apa?’’ Jawab Raisa penuh rasa bahagia sekalipun malu.
‘’aku mau beli sabun.’’ Jawab
Danu sambil tersenyum lebar pada Raisa.
Setelah pulang dari supermarket
dia merasa sangat senang dengan kejadian hari itu. Dia berharap bisa ngobrol
lebih lama dengan Danu. Suatu saat Niko bermain ke kosnya Raisa dan dia
bercerita bahwa Danu selalu menanyakan tentang Raisa. Mendengar hal ini Raisa
pun merasa senang, dia merasa Danu juga menyukainya. Ketika malam hari
terdengar suara hp berbunyi, tanda bahwa ada sms masuk.
‘’assalamualaikum Raisa, lagi
ngapain nih.Danu.’’
Raisa pun terkejut dan merasa
senang dengan sms yang masuk pada malam hari itu. Ternyata yang sms adalah Danu. Raisa pun menjawab
‘’waalaikumsalam, lagi belajar
kak’’.
‘’wah rajin ya Raisa. Ya udah di
terusin aja belajarnya.’’
‘’wah salah ngomong, seharusnya
aku jawabnya lagi santai, jadi Danu kan
lama smsin aku’’. Batin Raisa dalam hati.
Hari berhari Danu pun selalu
smsin Raisa, tetapi karena Raisa orangnya cuek dia pun menjawab smsnya Danu
dengan pura-pura seperti tidak menyukai Danu. Padahal Raisa merasa senang di
smsin oleh Danu. Lama kelamaan Danu pun merasa cinta pada Raisa tapi tidak berani
mengungkapkannya karena merasa takun kalau cintanya di tolak, sebab selama ini
Danu merasa Raisa tidak menyukainya. Akhirnya Danu pun memutuskan untuk tidak
menyatakan perasaannya kepada Raisa, dia menganggap Raisa sebagai adek nya saja
tidak lebih.
Raisa merasa sedih karena Danu
tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Raisa, malah Danu
menggapggap Raisa sebagai adeknya saja. Raisa menganggap bahwa cinta itu sakit
bila di tahan, tapi lega bila di keluarkan atau di ungkapkan seperti halnya
kentut yang di dikeluarkan bisa bau tapi menjadi lega dan di tahan terus akan
menjadi sakit.
karya: Raudlatulhikmah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar