Minggu, 24 November 2013

Fabel: PERSAHABATAN LANDAK DENGAN KELINCI



 




Di pedalaman hutan hiduplah seekor Landak dan Kelinci. Mereka adalah sepasang sahabat.
‘’ Persahabat itu tidak saling melukai’’ itulah semboyan yang selalu dikatakan Landak dan Kelinci. Persahabatan mereka erat bagaikan mengikat dua benda dengan tali sekencang mungkin. Landan dan kelinci sering kali bersama dalam bepergian tetapi kebersamaan mereka ada yang tidak menyukainya yaitu Kancil. Kancil iri hati kepada Landak dan Kelinci karena ia tidak memiliki sahabat seakrab Landak dan Kelinci. Kancil selalu berusaha ingin menghancurkan persahabatan Landak dan Kelinci.
Pada suatu hari, ketika Kelinci sedang berjalan di hutan sendirian, tiba-tiba Kancil menghampirinya dan berkata
 ‘’Kenapa kamu mau berteman dengan Landak?. Padahal Landak tidak sebaik yang kamu kira. Dia itu jahat. Landak juga pernah berusaha melukai aku’’. Kata Kancil dengan nada kebohongan.
‘’Tidak mungkin Landak seperti itu’’. Kata Kelinci sambil terheran-heran.
‘’Mungkin kejahatan Landak belum terlihat, tapi lama-kelamaan pasti kamu tahu. Landak itu memiliki duri yang tajam yang kapan saja bisa menusuk tubuh mu dan membunuh kamu. Sebaiknya kamu jauhi Landak sebelum kamu tertusuk duri-durinya!’’. Kata Kancil dengan hasutan licik.
Kerena kelinci tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kancil, hari-berhari kancil selalu menghasut kelinci tetapi kelinci belum percaya apa yang dikatakan Kancil. Setelah lama-kelamaan kelinci pun memikirkan kata-kata Kancil.
‘’Mungkin benar apa yang dikatakan Kancil. Bahwa Landak itu jahat, dia memiliki duri yang tajam yang kapan saja bisa menusuk tubuh ku. Mungkin aku harus menjauhi Landak’’. Batin Kelinci.
Ketika Landak ingin bermain ke rumah Kelinci, tiba-tiba Kelinci tidak ingin menemuinya. Hari-berhari Kelinci selalu mengindarinya jika dia berpapasan dengannya. Landak hanya bisa sedih, kenapa Kelinci tidak ingin menemuinya padahal Landak merasa tidak memiliki kesalahan pada Kelinci apalagi menyakitinya.
Suatu ketika kelinci sedang berjalan sendirian di hutan, tiba-tiba dari belakang terdengar suara langkahan kaki. Lalu kelinci menengok kebelakang, tenyata ada harimau yang ingin memangsanya.
‘’Tolong-tolong’’. Teriakan Kelinci yang meminta tolong. Kelinci pun berlari sekencang mungkin. Ketika Kelinci berteriak meminta tolong, Landak yang sedang mencari makanan mendengar suara jeritan meminta tolong.
‘’Seperti sura Kelinci’’. Kata Landak sambil mencari sumber suara tersebut.
‘’Tolong-tolong’’ teriakan itu terus terdengar dalam telinga Landak.
Ketika Landak menemui sumber suara tersebut ternyata itu suara Kelinci yang sedang dikejar-kejar oleh harimau. Lalu Landak dengan segera menggulungkan tubuhnya menjadi seperti bola ke arah harimau. Harimau itu merasa kesakitan karena tertusuk duri-duri Landak yang sangat tajam. Harimau pun kesakitan, tanpa berfikir panjang harimau itu berlari pergi menjauhi Landak.
‘’Terimakasih Landak kamu telah menolongku’’.
‘’Sama-sama Kelinci. Kita kan sehabat, jadi kita harus tolong-menolong. Kamu kenapa akhir-akhir ini menjauhi aku?’’
‘’Maafkan aku Landak. Kancil berkata kepada ku kalau kamu itu jahat. Duri-durimu itu juga bisa membunuh ku’’.
‘’Walaupun aku memiliki duri yang tajam, tetapi aku tidak mungkin menyakiti sahabat ku sendiri’’.
Kelinci pun sadar bahwa landak itu tidak seburuk apa yang dikatakan kancil. Walaupun Landak luarnya berduri tetapi hatinya tidak seperti bentuk luarnya. Landak memiliki jiwa penolong. Akhirnya Kelinci dan Landak bersahabat kembali dan mereka hidup bahagia dan tetap bersahabat sampai umur mereka tua.

KARYA : Raudlatulhikmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar