Di pedalaman
hutan hiduplah seekor Landak dan Kelinci. Mereka adalah sepasang sahabat.
‘’ Persahabat itu tidak saling
melukai’’ itulah semboyan yang selalu dikatakan Landak dan Kelinci.
Persahabatan mereka erat bagaikan mengikat dua benda dengan tali sekencang
mungkin. Landan dan kelinci sering kali bersama dalam bepergian tetapi
kebersamaan mereka ada yang tidak menyukainya yaitu Kancil. Kancil iri hati
kepada Landak dan Kelinci karena ia tidak memiliki sahabat seakrab Landak dan
Kelinci. Kancil selalu berusaha ingin menghancurkan persahabatan Landak dan
Kelinci.
Pada suatu
hari, ketika Kelinci sedang berjalan di hutan sendirian, tiba-tiba Kancil
menghampirinya dan berkata
‘’Kenapa kamu mau berteman dengan Landak?.
Padahal Landak tidak sebaik yang kamu kira. Dia itu jahat. Landak juga pernah
berusaha melukai aku’’. Kata Kancil dengan nada kebohongan.
‘’Tidak mungkin Landak seperti
itu’’. Kata Kelinci sambil terheran-heran.
‘’Mungkin kejahatan Landak belum
terlihat, tapi lama-kelamaan pasti kamu tahu. Landak itu memiliki duri yang
tajam yang kapan saja bisa menusuk tubuh mu dan membunuh kamu. Sebaiknya kamu
jauhi Landak sebelum kamu tertusuk duri-durinya!’’. Kata Kancil dengan hasutan
licik.
Kerena kelinci tidak percaya dengan
apa yang dikatakan Kancil, hari-berhari kancil selalu menghasut kelinci tetapi
kelinci belum percaya apa yang dikatakan Kancil. Setelah lama-kelamaan kelinci
pun memikirkan kata-kata Kancil.
‘’Mungkin benar apa yang
dikatakan Kancil. Bahwa Landak itu jahat, dia memiliki duri yang tajam yang
kapan saja bisa menusuk tubuh ku. Mungkin aku harus menjauhi Landak’’. Batin
Kelinci.
Ketika Landak
ingin bermain ke rumah Kelinci, tiba-tiba Kelinci tidak ingin menemuinya.
Hari-berhari Kelinci selalu mengindarinya jika dia berpapasan dengannya. Landak
hanya bisa sedih, kenapa Kelinci tidak ingin menemuinya padahal Landak merasa
tidak memiliki kesalahan pada Kelinci apalagi menyakitinya.
Suatu ketika kelinci sedang
berjalan sendirian di hutan, tiba-tiba dari belakang terdengar suara langkahan
kaki. Lalu kelinci menengok kebelakang, tenyata ada harimau yang ingin
memangsanya.
‘’Tolong-tolong’’. Teriakan
Kelinci yang meminta tolong. Kelinci pun berlari sekencang mungkin. Ketika
Kelinci berteriak meminta tolong, Landak yang sedang mencari makanan mendengar
suara jeritan meminta tolong.
‘’Seperti sura Kelinci’’. Kata
Landak sambil mencari sumber suara tersebut.
‘’Tolong-tolong’’ teriakan itu
terus terdengar dalam telinga Landak.
Ketika Landak menemui sumber
suara tersebut ternyata itu suara Kelinci yang sedang dikejar-kejar oleh
harimau. Lalu Landak dengan segera menggulungkan tubuhnya menjadi seperti bola
ke arah harimau. Harimau itu merasa kesakitan karena tertusuk duri-duri Landak
yang sangat tajam. Harimau pun kesakitan, tanpa berfikir panjang harimau itu
berlari pergi menjauhi Landak.
‘’Terimakasih Landak kamu telah
menolongku’’.
‘’Sama-sama Kelinci. Kita kan
sehabat, jadi kita harus tolong-menolong. Kamu kenapa akhir-akhir ini menjauhi
aku?’’
‘’Maafkan aku Landak. Kancil
berkata kepada ku kalau kamu itu jahat. Duri-durimu itu juga bisa membunuh
ku’’.
‘’Walaupun aku memiliki duri yang
tajam, tetapi aku tidak mungkin menyakiti sahabat ku sendiri’’.
Kelinci pun
sadar bahwa landak itu tidak seburuk apa yang dikatakan kancil. Walaupun Landak
luarnya berduri tetapi hatinya tidak seperti bentuk luarnya. Landak memiliki
jiwa penolong. Akhirnya Kelinci dan Landak bersahabat kembali dan mereka hidup
bahagia dan tetap bersahabat sampai umur mereka tua.
KARYA : Raudlatulhikmah
KARYA : Raudlatulhikmah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar